"bukankah aku memang sudah tahu jawabannya dari awal? mengapa aku berharap? mengapa aku sedih?...."
-ai, 176
"kukira aku sudah berhenti mencintai sei,"
"tapi ternyata tidak semudah itu berhenti menyayangi seseorang."
-ai, 192
"aku takut lama kelamaan aku akan melupakan shin. perlahan-lahan, aku lupa bentuk wajahnya, bagaimana dia tertawa, juga suaranya. bagaimana jika aku benar-benar melupakannya?"
-ai, 208
-ai, 176
"kukira aku sudah berhenti mencintai sei,"
"tapi ternyata tidak semudah itu berhenti menyayangi seseorang."
-ai, 192
"aku takut lama kelamaan aku akan melupakan shin. perlahan-lahan, aku lupa bentuk wajahnya, bagaimana dia tertawa, juga suaranya. bagaimana jika aku benar-benar melupakannya?"
-ai, 208
iya gue gatau, susah dijelasin, takut kaya diatas, takut kaya pas lo lagi takut petir tapi lo gapunya siapa siapa buat berteduh, lo gapunya siapa siapa buat nangis buat numpahin semuanya, lo cuma bisa lari gabisa ngadepin kenyataan. bodo amatlah kan ga ada yang peduli lo ini.
No comments:
Post a Comment