Thursday, June 23, 2011

there must be something wrong with this country

ada yg salah sama negara ini. tp entah yg salah ini udah jadi bener atau emang gaada jalan keluarnya, masalahnya kecil, mungkin pemerintah udah mulai sibuk sama hartanya jadi masalah yg kaya gini aja gakepikiran. bayangin aja harusnya ada ribuan pekerjaan yakan? harusnya cita-cita anak-anak kecil bisa kewujud. harusnya space mereka buat berimajinasi lebih luas, ga ketutup kaya gini. harusnya mereka punya kesempatan, harusnya imajinasi itu jadi nyata, but there's nothing else they can do, later when they grow.

mungkin udah ada. tapi masih transparan. cita-cita itu bukan cuma cita-cita. bukan cuma nanti kalo udah jadi ini berarti cita-citanya udah kewujud. cita-cita gabakal pernah habis jangka waktunya, cita-cita limitless. ngejar cita-cita gampang. yg susah itu gimana kita sukses sama cita-cita itu. ini yg salah sm negara kita. negara ini terlalu ngebuang-buang waktu sama yg ternama. sama yang bener-bener dibutuhin aja.

negara ini belum bisa ngehargain ide-ide kreatif seorang insinyur, arsitek, designer, musisi, aktor, koki, fotografer, sastrawan, ilmuwan dan para pekerja seni lainnya. mereka harus bekerja lebih keras dari seorang politikus, dokter, pengusaha sukses, pemegang saham, orang orang hukum, polisi, pilot, dan sesuatu yg benar-benar pasti dibutuhkan untuk meningkatkan negara ini.

bayangkan ilmuwan yg dilihat dari sudut pandang banyak orang saja lebih pintar dari dokter tp mereka lebih tidak sukses dari dokter. orang-orang berpotensi ini yg kabur ke luar negri, mencari suatu tempat yang lebih menghargai mereka. dan di titik inilah indonesia kehilangan orang-orang berbakat ini.

contoh saja designer. mungkin mereka tetap mengikuti cita-cita mereka. tp masa depan mereka di ombang-ambing. beda kepastiannya dengan orang-orang hukum atau politikus. kalo gak terkenal siapa yg akan menghargai mereka? menghargai jasa mereka. kalo mereka tidak bekerja di tempat orang lain, di perusahaan ternama tapi bekerja sendiri, wirausahawan. membangun kantor sendiri, mereka akan susah. beda sama pengacara yg membuat kantornya sendiri dan langsung mendapati klien yg banyak.

mungkin materi bukan hal utama, tapi materi adalah sesuatu yg cukup penting. disinilah banyak orang di negri ini mengorbankan cita-cita mereka demi sesuatu yg lebih bisa meningkatkan masa depan mereka. dengan memilih pekerjaan yg mereka bahkan tidak menginginkannya. mereka meninggalkan sesuatu tempat bakat mereka ada. cuma untuk masa depan. lagi lagi untuk uang.

*no offense*

No comments: